Sabtu, 27 Desember 2014

Sejarah Perang Khandak (1)

Sejarah Perang khandak (1)

Penyebab Terjadinya Perang Khandak

Pada posting saya yang terdahulu, diceritakan bahwa orang Yahudi melakukan pembelotan terhadap pasukan Muslimin dalam perang Uhud. Selesai perang Uhud, kaun Yahudi pun diusir dari kota Madinah. Orang Yahudi yang diusir ditempatkan di Khaibar, sebuah daerah di luar kota Madinah. Pengusiran itu membuat mereka marah dan kecewa.  Mereka terdiri dari dua suku yaitu Bani Nadir dan Bani Wail. Beberapa tokoh dari kedua suku itupun mulai menghasut suku-suku lain agar menyerang kaum Muslimin. Adapun tokoh dari Bani Nadir adalah :Abdullah bin Salam bin abi Huqaiq, Huyay bin akhtab, serta Kinanah ar-Rabi bin Huqaiq. Adapun dari Bani Wail adalah : Huwazah bin Qais dan abu Ammar. 

Maka dari itulah, Perang Khandak disebut juga dengan Perang Ahkzab (perang gabungan). Kata Akhzab berarti kelompok, golongan, atau partai. yaitu gabungan dari beberapa kelompok yang membenci umat Islam yang bersatu untuk menghancurkan Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya. Perang Khandak ini terjadi pada tahun 5 Hijriah.

Berkecamuknya Perang Khandak

Untuk mencapai tujuan mereka, kaum Yahudi mulai merencanakan strategi. Pertama, mereka mendekati kaum kafir Quraisy Mekkah dan mnewarkan diri untuk bergabung untuk memerangi Nabi Muhammad saw. Awalnya, kaum Quraisy tampak was-was dengan tawaran kaum Yahudi ini. Karena ada salah satu suku Yahudi yaitu Bani Quraizah yang masih tinggal di Madinah. Namun, kedua suku tersebut mengatakan bahwa Bani Quraizah menetap di Madinah karena untuk mengelabui kaum Muslimin. Dengan alasan itulah, kaum kafir Quraisy kembali bersemangat untuk kembali memerangi Nabi Muhammad saw. Kaum Quraisy pun kembali bernafsu untuk membalaskan dendam atas kekalahan mereka dalam perang Badar dan perang Uhud.

Senin, 22 Desember 2014

Akibat Perang Uhud

Akibat Perang Uhud


Keberhasilan Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin untuk membendung pasukan kafir Quraisy membuat tokoh Quraisy semakin resah dan gusar. Hal ini menunjukkan bahwa kaum kafir Quraisy tidak dapat mencapai kemenangan dengan mudah. Meskipun begitu, mereka sudah merasa sangat puas. Karena mereka dapat membunubh sejumlah tokoh utama Islam seperti Hamzah bin Abdul Muthalib. 

Kuam Yahudi Madinah pun semakin membenci kaum Muslimin. Meskipun kaum Yahudi Madinah telah diatur dengan Piagam Madinah, mereka malah bersekongkol dengan kaum kafir Quraisy untuk menghancurkan kaum Muslimin. Dalam waktu selanjutnya, kaum Yahudi dan kaum kafir akan membentuk pasukan yang lebih besar lagi untuk menyerang kaum Muslimin. Yaitu terjadi pada perang Khandak atau perang Akhzab. 

Hikmat perang Uhud tercatat dalam al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 155 yang artinya sebagai berikut :

"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi peprangan antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetpi Allah benar-benar telah memafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun."

Sabtu, 20 Desember 2014

Sejarah Perang Uhud (2)

Sejarah Perang Uhud (2) 


Setelah 300 pasukan muslim meninggalkan barisan Rasul saw, Rasul pun segera menyusun strategi untuk menghadapi kaum kafir Quraisy dalam perang Uhud. Beliau menempatkan 50 orang pemanah di ats bukit Uhud untuk mengamankan garis belakang. Pasukan tersebut dipimpin oleh Abdullah bin Zubair. Rasul memerintahkan kepada mereka untuk tidak meninggalkan bukit dalam keadaan apapun sebelum ada perintah dari Rasul saw. 

Akhirnya, kedua pasukan itupun bertemu. Ali bin Abi Thalib dan Hamzah bin Abdul Muthalib memperlihatkan kepada pasukan Quraisy akan kegigihan dan semangatnya. Mereka banyak membunuh pasukan Quraisy. Hingga seorang budak bernama "Wahsyi" berhasil membunuh Hamzah. Wahsyi adalah budak milik Hindul (istri Abu Sufyan). Hindun sangat dendam kepada Hamzah karena saat perang Badar, ayah Hindun terbunuh oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Adapun Wahsyi membunh Hamzah karena ia diming-imingi kemerdekaan oleh Hindun. Kemerdekaan adalah hal yang sangat berharga oleh kalangan budak saat itu. Hingga saat Hamzah telah terbunuh, untuk memuaskan rasa dendamnya, Hindun pun mengoyak dada hamzah serta menggigit jantung Hamzah. Gugurnya Hamzah menambah kegigihan kaum muslimin. Musuh pun menjadi kewalahan dan tercerai-berai. 

Melihat kemenangan yang akan diraih, beberapa pasukan muslim lupa akan pesan nabi saw. Mereka pun meninggalkan posisi masing-masing untuk memburu harta rampasan perang, termasuk pasukan pemanah yang ditempatkan di atas bukit. Khalid bin Walid yang menjadi komando pasukan cadangan kaum Quraisy berhasil menyerang balik pasukan Muslimin. Dalam perang tersebut ada kurang lebih 70 pasukan muslimin yang gugur syahid. Diantara yang gugur itu, terdapat sahabat Mus'ab bin Umair yang bertugas membawa panji pasukan Muslimin. Mus'ab berwajah mirip dengan Rasul saw. beberapa orang menyangka bahwa Rasul saw. telah gugur. Padahal sesungguhnya Nabi saw. hanya luka-luka saja akibat serang dari lawan. 

Berita miring tentang gugurnya nabi pun menimbulkan keguncangan di pihak pasukan Muslimin. Akan tetapi, Ka'ab bin Malik melihat Nabi saw. masih hidup dan dijaga oleh pengawalnya yang gagah berani yaitu Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar as Sidiq, Umar bin Khattab, dan Sa'ad bin Abi Waqqas. Ka'ab pun segera mengumumkan kabar itu kepada seluruh pasukan Muslimin. Nabi pun segera berdiri di tempat yang tinggi untuk memberi komando dan memberi semangat untuk berperang. 

Kegigihan pasukan Muslimin membuat pasukan kafirr Quraisy menarik diri dari pertempuran menuju Hamra al-Asad. Di tempat ini, mereka menyusun rencana selanjutnya. Pasukan Muslimin segera menyusul pasukan Quraisy untuk berjaga-jaga dengan menyalakan api unggun yang besar saat malam. Kedua pasukan itupun saling menunggu, hingga akhirnya keduanya pulang ke kota masing-masing. 

Jumat, 19 Desember 2014

Sejarah Perang Uhud (1)

Sejarah Perang Uhud (1)



Kekalahan kaum kafir Quraisy dalam Perang Badar membuat mereka semakin dendam dan membenci kaum Muslimin. Merka pun menunjuk Abu Sufyan sebagai pemimpin pasukan Quraisy. Abu SUfyan pun mengmpulkan prajurit yang tangguh. Akhirnya, terkumpullah 3.000 pasukan yang terdiri atas 700 orang berbaju besi dan didukung dengan 3.000 unta serta 200 ekor kuda. Setelah terkumpul pasukan tersebut, mereka pun segera berangkat menuju Madinah. 

Saat tiba di kaki bukit Uhud, mereka sengaja menggembalakan unta dan kuda di kebun-kebun milik penduduk Madinah. tentu saja hal ini menimbulkan kemarahan para penduduk Madinah. Hal ini kaum Quraisy lakukan untuk memancing penduduk Madinah  untuk keluar rumah dan menyerang mereka. 

Kaum Muslimin yang tidak mengetahui kabar penyerangan kaum Quraisy tersebut. Nabi Muhammad saw. mengetahui kabar tersebut dari pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib. Saat itu, paman Nabi sudah memeluk Islam, namun masih tinggal di kota Mekkah.

Untuk menghadapi pasukan kaum Quraisy, Nabi saw. mengirimkan mata-mata untuk mengetahui keadaan musuh. Setelah mendapat keterangan tentang kekuatan musuh, Nabi saw. mengadakan musyawarah dengan para sahabatnya. Beberapa sahabat menghendaki untuk menghadapi musuh di dalam kota Madinah. Namun, sebagian besar pemuda Madinah menginginkan agar perang dilakukan di tempat terbuka dan tidak di dalam kota Madinah. Akhirnya, Nabi dapat mengumpulkan 1.000 pasukan. 

Meskipun pasukan kaum muslimin kalah jumlah, namun mereka tetap bersemangat. Mereka yakin, bahwa Allah Swt. pasti akan menolong mereka. Akhirnya, setelah shalat Jumta, tanggal 13 Syawal 3 Hijriah, pasukan muslimin berjalan menuju bukit Uhud. Namun, di tengah perjalanan, sebanyak 300 orang munafik memisahkan diri dari pasukan Nabi saw. Merka dipimpin oleh Abdullah bin Ubay din Salul. Pasukan muslimin pun hanya tersisa 700 pasukan. 

to be continued

Fungsi Piagam Madinah

Fungsi Piagam Madinah 


Dengan ditetapkannya Piagam Madinah memberikan perubahan yang sangat besar dalam kehidupan umat Islam. Pembentukan masyarakat Madinah dapat diartikan dengan telah terbentuknya negara Islam. Karena memiliki unsur-unsur yang harus dimiliki oleh sebuah negara, yaitu: 

  1. memiliki seorang kepala negara, yaitu Nabi Muhammad saw.;
  2. mempunyai wilayah, yaitu kota Madinah itu sendiri;
  3. Piagam Madinah sebagai undang-undang;
  4. orang Islam, Yahudi, serta penyembah berhala sebagai rakyatnya.
Adapun fungsi dari Piagam Madinah antara lain :
  • menyatukan suku Aus dan suku Khazraj;
  • Nabi Muhammad diakui sebagai hakim dan kepala negara;
  • kebebasan rakyat terjamin;
  • mengembangkan sikap toleransi beragama;
  • menghentikan adat istiadat buruk bangsa Arab.

Rabu, 17 Desember 2014

Sejarah Rasulullah Membangun Madinah

Rasululloh Membangun Madinah (2)


2. Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dengan kaum Ansor.

Selain membangun masjid, Rasul saw. dalam membangun kota Madinah juga melalui cara dengan mempersaudarakan Kaum Ansor dan Kaum Muhajirin. Sebagai contohnya, Rasul mempersaudarakan Ibnu Mas'ud dengan Sa'ad bin Mu'az (kepala suku Aus). Hal ini dilakukan oleh Rasul saw agar kaum Muhajirin mendapatkan perlindungan yang kuat di Madinah. Sahabat Abdurrahman bin auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi'. rasul mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Ansor dengan tujuan-tujuan yang mulia untuk kemaslahatan dan keberlangsungan dakwah Islam di kota Madinah. Selain  itu pula, persaudaraan itu akan menimbulkan rasa aman dan damai di masyarakat Madinah.

3. Menyusun Dustur (undang-undang).

Dalam menata masyarakat, rasul membuat dustur atau undang-undang yang dikenal dengan nama Piagam Madinah. Piagam Madinah berisi hak dan kewajiban bagi kaum muslim maupun non muslim. Secara singkat, isi dari Piagam Madinah adalah :

  • Dengan nama Allah, telah ditetapkan oleh Muhammad, Nabi Allah, bahwa semua orang yang beriman, baik dari suku Quraisy, suku Madinah, maupun dari mana saja, semuanya adalah satu negara.
  • Perdamaian dan peperangan akan mengikat semua umat Islam. Tidak seorangpun di antara mereka berhak mengadakan perdamaian atau menyatakan perang dengan musuh-musuh dari teman-teman seagamanya.
  • Orang Yahudi yang ikut serta menggabungkan diri dalam negara Islam akan dilindungi dari semua gangguan, serta mempunyai hak-hak yang sama. 
  • Orang Yahudi bersama orang Islam akan membentuk suatu bangsa campuran dan mereka akan mengamalkan agama mereka sama bebasnya dengan umat Islam.
  • Sekutu orang Yahudi akan memperoleh keamanan dan kebebasan yang sama.
  • Sekutu orang Yahudi dan orang Islam akan dihormati sebagai penyokong.
  • Semua umat Islam yang sejati akan memandang rendah orang yang berbuat kejahatan dan tidak akan melindunginya meskipun dia saudara dekatnya.
  • Orang yang bersalah akan dituntut dan dihukum.
  • Orang Yahudi akan bergabung dengan umat Islam dalam mempertahankan Madinah.
  • Kota Madinah merupakan tempat yang suci dan aman bagi semua orang yang mengakui piagam ini.
  • Orang Yahudi dan sekutu umat islam tidak akan mengadakan persetujuan dengan musuh umat Islam untuk melawan Islam.
  • semua perselisihan di masa depan akan diserahkan kepada Nabi Muhammad saw. 



Selasa, 16 Desember 2014

Sejarah Rasulullah Membangun Madinah

Rasulullah Membangun Madinah (1)



Setelah Rasulullah saw. dan kaum muhajirin (orang-orang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah) datang ke Madinah, mereka segera membangun landasan-landasan pokok untuk membentuk negara baru. Beberapa usaha yang dilakukan antara lain: 

  1. membangun masjid
Saat baru saja sampai di Madinah, rasul saw. membeli sebuah bidang tanah milik anak yatim yaitu Sahl dan Suhail. Di atas tanah itulah Rasul membangun sebuah masjid yang hingga kini masyhur, yaitu Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun saat bulan Rabiul awwal tahun 1 Hijriah atau bertepatan pada bulan september 622 Masehi. Masjid Nabawi dibangun dengan bergotong royong antara kaum Muhajirin dan kaum Ansor (orang-orang asli Madinah yang menolong kaum Muhajirin saat hijrah).

Pada masa Rasul, masjid digunakan untuk :
  • pusat peribadatan; 
  • pusat perencanaan kegiatan masyarakat;
  • pusat latihan dan pendidikan dari Rasul saw.;
  • menampung kaum muhajirin yang kehabisan bekal;
  • tempat mengadili perkara-perkara yang diselesaikan oleh Rasul saw.;
Selain Masjid Nabawi, Rasul saw. pun membangun beberapa masjid yang lain. Misalnya :
  • Masjid Jumu'ah; Masjid inilah Rasul saw. melaksanakan shalat jumat yang pertama kali dalam sejarah Islam.
  • Masjid Gamamah; Di masjid ini, Rasul melaksanakan shalat hari raya yang pertama kali dalam sejarah Islam.
  • Masjid Bani Quraidzah;
  • Masjid Ubay bin Ka'b;
  • Masjid Salman;
  • Masjid Ali.