Perang Badar
Sebab Perang Badar
Kepergian kaum muslimin ke Yatsrib untuk berhijrah menyebabkan mereka kehilangan rumah, tanah, dan harta benda mereka. kaum Quraisy kemudian merampas harta benda yang ditinggalkan tersebut. Hal tersebut semakin meningkatkan pertentangan antara kaum muslimin dan kaum kafir Mekkah.
Saat itu, kaum kafir Quraisy melakukan perjalanan untuk berdagang ke Syam (Syiria). Untuk menuju Syam, mereka harus melewati Yatsrib. Keberadaan kaum muslimin di Yatsrib membuat kekhawatiran bagi kaum kafir Quraisy. Mereta takut apabila kafilah dagang mereka diserang oleh kaum muslimin. Mereka beranggapan, apabila kum muslimin hancur, maka perniagaan mereka akan aman. Selain itu, sesembahan mereka juga akan aman. Sikap kaum kafir ini membuat kaum muslimin membulatkan tekad untuk mengobarkan semangat jihad untuk menghadapi kaum kafir Quraisy.
Pada tanggal 17 Ramadhan 2 H, kaum muslimin keluar untuk menghadang kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Rombongan Abu Sufyan membawa barang dagangan senilai 50.000 dinar. Akan tetapi, Abu Sufyan mengetahui rencana tersebut. Abu Sufyan pun meminta bantuan kepada pimpinan kaum kafir Quraisy untuk menyelamatkan harta perniagaannya.
Kaum kafir Quraisy mengirimkan 1.000 pasukan yang terdiri atas 600 tentara berbaju besi, 100 tentara berkuda, dan 300 tentara cadangan. sedangkan di pihak muslimin hanya terdiri atas 313 pasukan yang terdiri atas 83 muhajirin dan 230 kaum Anshar. mereka hanya mengendarai 70 ekor unta dan hanya 3 orang yang mengendarai kuda.
Kaum kafir Quraisy dipimpin oleh tiga orang yaitu Utbah bin Rabiah, Walid bin Utbah, dan Syaibah bin Rabiah. Adapun pasukan muslimin dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw. Bagaimana kabar rombongan dagang Abu Sufyan? Rombongan dagangnya berhasil selamat tiba di Mekkah setelah menyusuri jalan pantai.
Perang Badar dimaulai dengan perang tanding. Utbah bin Rabiah bertanding dengan Ali bin Abi Thalib, Walid bin Utbah menghadapi Ubaidah bin Haris, sedangkan Hamzah bin Abdul Muthalib bertanding melawan Syaibah bin Rabiah. Perang tanding berlangsung dengan sangat seru. dan ketiga pimpinan pasukan kafir Quraisy terbunuh dalam perang tanding tersebut. Adapun di pihak kaum muslimin, Ubaidah bin Haris gugur syahid karena menderita luka-luka.
Kemenangan ketiga panglima pasukan muslimin itu menambah semangat pasukan muslimin. Rasul saw. membakar semangat pasukan muslim dengan berseru "Demi Zat yang diri Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seorang diantara mereka yang berperang pada hari ini dengan sabar, mengharap ridla Allah, serta maju terus pantang mundur. ,melainkan Allah memasukkannya ke dalam surga. Bangkitlah menuju surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Allahu Akbar....Allahu Akbar...Allahu Akbar." Rasul saw. kemudian berdoa "Ya Tuhanku, seandainya kelompok ini hancur, siapa lagi yang akan menyembanMu di permukaan bumi ini?"
Dengan seruan dan doa Nabi saw. pasukan muslimin semakin bersemangat berperang meskipun jumlah pasukan muslimin lebih sedikit. Mereka berperang demi membela agama Allah, sedangkan kaum kafir Quraisy berperang demi melampiaskan dendam dan kebencian kepada kaum muslimin.
Kum muslimin perlahan-lahan berhasil mendesak kaum kafir Quraisy. Dalam sebuah kesempatan, kaum muslimin berhasil membunuh pimpinan kaum kafir Quraisy yaitu Umar bin Hisyam bin al-Mughirah yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Akhirnya kaum muslimin berhasil meraih kemenangan.
Dalam perang Badar ini kaum muslimin berhasil membunh 70 pasukan kafir dan mebahan 70 pasukan kafir menjadi tawanan perang. kepada para tawanan ini, RAsul saw. memberi tiga pilihan, yaitu :
- dibebaskan dengan syarat membayar uang tembusan;
- dibebaskan apabila memeluk agama Islam;
- dibebaskan dengan syarat bersedia mengajar baca tulis kepada sepuluh penduduk Yatsrib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar