Sabtu, 20 Desember 2014

Sejarah Perang Uhud (2)

Sejarah Perang Uhud (2) 


Setelah 300 pasukan muslim meninggalkan barisan Rasul saw, Rasul pun segera menyusun strategi untuk menghadapi kaum kafir Quraisy dalam perang Uhud. Beliau menempatkan 50 orang pemanah di ats bukit Uhud untuk mengamankan garis belakang. Pasukan tersebut dipimpin oleh Abdullah bin Zubair. Rasul memerintahkan kepada mereka untuk tidak meninggalkan bukit dalam keadaan apapun sebelum ada perintah dari Rasul saw. 

Akhirnya, kedua pasukan itupun bertemu. Ali bin Abi Thalib dan Hamzah bin Abdul Muthalib memperlihatkan kepada pasukan Quraisy akan kegigihan dan semangatnya. Mereka banyak membunuh pasukan Quraisy. Hingga seorang budak bernama "Wahsyi" berhasil membunuh Hamzah. Wahsyi adalah budak milik Hindul (istri Abu Sufyan). Hindun sangat dendam kepada Hamzah karena saat perang Badar, ayah Hindun terbunuh oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Adapun Wahsyi membunh Hamzah karena ia diming-imingi kemerdekaan oleh Hindun. Kemerdekaan adalah hal yang sangat berharga oleh kalangan budak saat itu. Hingga saat Hamzah telah terbunuh, untuk memuaskan rasa dendamnya, Hindun pun mengoyak dada hamzah serta menggigit jantung Hamzah. Gugurnya Hamzah menambah kegigihan kaum muslimin. Musuh pun menjadi kewalahan dan tercerai-berai. 

Melihat kemenangan yang akan diraih, beberapa pasukan muslim lupa akan pesan nabi saw. Mereka pun meninggalkan posisi masing-masing untuk memburu harta rampasan perang, termasuk pasukan pemanah yang ditempatkan di atas bukit. Khalid bin Walid yang menjadi komando pasukan cadangan kaum Quraisy berhasil menyerang balik pasukan Muslimin. Dalam perang tersebut ada kurang lebih 70 pasukan muslimin yang gugur syahid. Diantara yang gugur itu, terdapat sahabat Mus'ab bin Umair yang bertugas membawa panji pasukan Muslimin. Mus'ab berwajah mirip dengan Rasul saw. beberapa orang menyangka bahwa Rasul saw. telah gugur. Padahal sesungguhnya Nabi saw. hanya luka-luka saja akibat serang dari lawan. 

Berita miring tentang gugurnya nabi pun menimbulkan keguncangan di pihak pasukan Muslimin. Akan tetapi, Ka'ab bin Malik melihat Nabi saw. masih hidup dan dijaga oleh pengawalnya yang gagah berani yaitu Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar as Sidiq, Umar bin Khattab, dan Sa'ad bin Abi Waqqas. Ka'ab pun segera mengumumkan kabar itu kepada seluruh pasukan Muslimin. Nabi pun segera berdiri di tempat yang tinggi untuk memberi komando dan memberi semangat untuk berperang. 

Kegigihan pasukan Muslimin membuat pasukan kafirr Quraisy menarik diri dari pertempuran menuju Hamra al-Asad. Di tempat ini, mereka menyusun rencana selanjutnya. Pasukan Muslimin segera menyusul pasukan Quraisy untuk berjaga-jaga dengan menyalakan api unggun yang besar saat malam. Kedua pasukan itupun saling menunggu, hingga akhirnya keduanya pulang ke kota masing-masing. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar