Sabtu, 27 Desember 2014

Sejarah Perang Khandak (1)

Sejarah Perang khandak (1)

Penyebab Terjadinya Perang Khandak

Pada posting saya yang terdahulu, diceritakan bahwa orang Yahudi melakukan pembelotan terhadap pasukan Muslimin dalam perang Uhud. Selesai perang Uhud, kaun Yahudi pun diusir dari kota Madinah. Orang Yahudi yang diusir ditempatkan di Khaibar, sebuah daerah di luar kota Madinah. Pengusiran itu membuat mereka marah dan kecewa.  Mereka terdiri dari dua suku yaitu Bani Nadir dan Bani Wail. Beberapa tokoh dari kedua suku itupun mulai menghasut suku-suku lain agar menyerang kaum Muslimin. Adapun tokoh dari Bani Nadir adalah :Abdullah bin Salam bin abi Huqaiq, Huyay bin akhtab, serta Kinanah ar-Rabi bin Huqaiq. Adapun dari Bani Wail adalah : Huwazah bin Qais dan abu Ammar. 

Maka dari itulah, Perang Khandak disebut juga dengan Perang Ahkzab (perang gabungan). Kata Akhzab berarti kelompok, golongan, atau partai. yaitu gabungan dari beberapa kelompok yang membenci umat Islam yang bersatu untuk menghancurkan Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya. Perang Khandak ini terjadi pada tahun 5 Hijriah.

Berkecamuknya Perang Khandak

Untuk mencapai tujuan mereka, kaum Yahudi mulai merencanakan strategi. Pertama, mereka mendekati kaum kafir Quraisy Mekkah dan mnewarkan diri untuk bergabung untuk memerangi Nabi Muhammad saw. Awalnya, kaum Quraisy tampak was-was dengan tawaran kaum Yahudi ini. Karena ada salah satu suku Yahudi yaitu Bani Quraizah yang masih tinggal di Madinah. Namun, kedua suku tersebut mengatakan bahwa Bani Quraizah menetap di Madinah karena untuk mengelabui kaum Muslimin. Dengan alasan itulah, kaum kafir Quraisy kembali bersemangat untuk kembali memerangi Nabi Muhammad saw. Kaum Quraisy pun kembali bernafsu untuk membalaskan dendam atas kekalahan mereka dalam perang Badar dan perang Uhud.

Senin, 22 Desember 2014

Akibat Perang Uhud

Akibat Perang Uhud


Keberhasilan Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin untuk membendung pasukan kafir Quraisy membuat tokoh Quraisy semakin resah dan gusar. Hal ini menunjukkan bahwa kaum kafir Quraisy tidak dapat mencapai kemenangan dengan mudah. Meskipun begitu, mereka sudah merasa sangat puas. Karena mereka dapat membunubh sejumlah tokoh utama Islam seperti Hamzah bin Abdul Muthalib. 

Kuam Yahudi Madinah pun semakin membenci kaum Muslimin. Meskipun kaum Yahudi Madinah telah diatur dengan Piagam Madinah, mereka malah bersekongkol dengan kaum kafir Quraisy untuk menghancurkan kaum Muslimin. Dalam waktu selanjutnya, kaum Yahudi dan kaum kafir akan membentuk pasukan yang lebih besar lagi untuk menyerang kaum Muslimin. Yaitu terjadi pada perang Khandak atau perang Akhzab. 

Hikmat perang Uhud tercatat dalam al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 155 yang artinya sebagai berikut :

"Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi peprangan antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetpi Allah benar-benar telah memafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun."

Sabtu, 20 Desember 2014

Sejarah Perang Uhud (2)

Sejarah Perang Uhud (2) 


Setelah 300 pasukan muslim meninggalkan barisan Rasul saw, Rasul pun segera menyusun strategi untuk menghadapi kaum kafir Quraisy dalam perang Uhud. Beliau menempatkan 50 orang pemanah di ats bukit Uhud untuk mengamankan garis belakang. Pasukan tersebut dipimpin oleh Abdullah bin Zubair. Rasul memerintahkan kepada mereka untuk tidak meninggalkan bukit dalam keadaan apapun sebelum ada perintah dari Rasul saw. 

Akhirnya, kedua pasukan itupun bertemu. Ali bin Abi Thalib dan Hamzah bin Abdul Muthalib memperlihatkan kepada pasukan Quraisy akan kegigihan dan semangatnya. Mereka banyak membunuh pasukan Quraisy. Hingga seorang budak bernama "Wahsyi" berhasil membunuh Hamzah. Wahsyi adalah budak milik Hindul (istri Abu Sufyan). Hindun sangat dendam kepada Hamzah karena saat perang Badar, ayah Hindun terbunuh oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Adapun Wahsyi membunh Hamzah karena ia diming-imingi kemerdekaan oleh Hindun. Kemerdekaan adalah hal yang sangat berharga oleh kalangan budak saat itu. Hingga saat Hamzah telah terbunuh, untuk memuaskan rasa dendamnya, Hindun pun mengoyak dada hamzah serta menggigit jantung Hamzah. Gugurnya Hamzah menambah kegigihan kaum muslimin. Musuh pun menjadi kewalahan dan tercerai-berai. 

Melihat kemenangan yang akan diraih, beberapa pasukan muslim lupa akan pesan nabi saw. Mereka pun meninggalkan posisi masing-masing untuk memburu harta rampasan perang, termasuk pasukan pemanah yang ditempatkan di atas bukit. Khalid bin Walid yang menjadi komando pasukan cadangan kaum Quraisy berhasil menyerang balik pasukan Muslimin. Dalam perang tersebut ada kurang lebih 70 pasukan muslimin yang gugur syahid. Diantara yang gugur itu, terdapat sahabat Mus'ab bin Umair yang bertugas membawa panji pasukan Muslimin. Mus'ab berwajah mirip dengan Rasul saw. beberapa orang menyangka bahwa Rasul saw. telah gugur. Padahal sesungguhnya Nabi saw. hanya luka-luka saja akibat serang dari lawan. 

Berita miring tentang gugurnya nabi pun menimbulkan keguncangan di pihak pasukan Muslimin. Akan tetapi, Ka'ab bin Malik melihat Nabi saw. masih hidup dan dijaga oleh pengawalnya yang gagah berani yaitu Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar as Sidiq, Umar bin Khattab, dan Sa'ad bin Abi Waqqas. Ka'ab pun segera mengumumkan kabar itu kepada seluruh pasukan Muslimin. Nabi pun segera berdiri di tempat yang tinggi untuk memberi komando dan memberi semangat untuk berperang. 

Kegigihan pasukan Muslimin membuat pasukan kafirr Quraisy menarik diri dari pertempuran menuju Hamra al-Asad. Di tempat ini, mereka menyusun rencana selanjutnya. Pasukan Muslimin segera menyusul pasukan Quraisy untuk berjaga-jaga dengan menyalakan api unggun yang besar saat malam. Kedua pasukan itupun saling menunggu, hingga akhirnya keduanya pulang ke kota masing-masing. 

Jumat, 19 Desember 2014

Sejarah Perang Uhud (1)

Sejarah Perang Uhud (1)



Kekalahan kaum kafir Quraisy dalam Perang Badar membuat mereka semakin dendam dan membenci kaum Muslimin. Merka pun menunjuk Abu Sufyan sebagai pemimpin pasukan Quraisy. Abu SUfyan pun mengmpulkan prajurit yang tangguh. Akhirnya, terkumpullah 3.000 pasukan yang terdiri atas 700 orang berbaju besi dan didukung dengan 3.000 unta serta 200 ekor kuda. Setelah terkumpul pasukan tersebut, mereka pun segera berangkat menuju Madinah. 

Saat tiba di kaki bukit Uhud, mereka sengaja menggembalakan unta dan kuda di kebun-kebun milik penduduk Madinah. tentu saja hal ini menimbulkan kemarahan para penduduk Madinah. Hal ini kaum Quraisy lakukan untuk memancing penduduk Madinah  untuk keluar rumah dan menyerang mereka. 

Kaum Muslimin yang tidak mengetahui kabar penyerangan kaum Quraisy tersebut. Nabi Muhammad saw. mengetahui kabar tersebut dari pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib. Saat itu, paman Nabi sudah memeluk Islam, namun masih tinggal di kota Mekkah.

Untuk menghadapi pasukan kaum Quraisy, Nabi saw. mengirimkan mata-mata untuk mengetahui keadaan musuh. Setelah mendapat keterangan tentang kekuatan musuh, Nabi saw. mengadakan musyawarah dengan para sahabatnya. Beberapa sahabat menghendaki untuk menghadapi musuh di dalam kota Madinah. Namun, sebagian besar pemuda Madinah menginginkan agar perang dilakukan di tempat terbuka dan tidak di dalam kota Madinah. Akhirnya, Nabi dapat mengumpulkan 1.000 pasukan. 

Meskipun pasukan kaum muslimin kalah jumlah, namun mereka tetap bersemangat. Mereka yakin, bahwa Allah Swt. pasti akan menolong mereka. Akhirnya, setelah shalat Jumta, tanggal 13 Syawal 3 Hijriah, pasukan muslimin berjalan menuju bukit Uhud. Namun, di tengah perjalanan, sebanyak 300 orang munafik memisahkan diri dari pasukan Nabi saw. Merka dipimpin oleh Abdullah bin Ubay din Salul. Pasukan muslimin pun hanya tersisa 700 pasukan. 

to be continued

Fungsi Piagam Madinah

Fungsi Piagam Madinah 


Dengan ditetapkannya Piagam Madinah memberikan perubahan yang sangat besar dalam kehidupan umat Islam. Pembentukan masyarakat Madinah dapat diartikan dengan telah terbentuknya negara Islam. Karena memiliki unsur-unsur yang harus dimiliki oleh sebuah negara, yaitu: 

  1. memiliki seorang kepala negara, yaitu Nabi Muhammad saw.;
  2. mempunyai wilayah, yaitu kota Madinah itu sendiri;
  3. Piagam Madinah sebagai undang-undang;
  4. orang Islam, Yahudi, serta penyembah berhala sebagai rakyatnya.
Adapun fungsi dari Piagam Madinah antara lain :
  • menyatukan suku Aus dan suku Khazraj;
  • Nabi Muhammad diakui sebagai hakim dan kepala negara;
  • kebebasan rakyat terjamin;
  • mengembangkan sikap toleransi beragama;
  • menghentikan adat istiadat buruk bangsa Arab.

Rabu, 17 Desember 2014

Sejarah Rasulullah Membangun Madinah

Rasululloh Membangun Madinah (2)


2. Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dengan kaum Ansor.

Selain membangun masjid, Rasul saw. dalam membangun kota Madinah juga melalui cara dengan mempersaudarakan Kaum Ansor dan Kaum Muhajirin. Sebagai contohnya, Rasul mempersaudarakan Ibnu Mas'ud dengan Sa'ad bin Mu'az (kepala suku Aus). Hal ini dilakukan oleh Rasul saw agar kaum Muhajirin mendapatkan perlindungan yang kuat di Madinah. Sahabat Abdurrahman bin auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi'. rasul mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Ansor dengan tujuan-tujuan yang mulia untuk kemaslahatan dan keberlangsungan dakwah Islam di kota Madinah. Selain  itu pula, persaudaraan itu akan menimbulkan rasa aman dan damai di masyarakat Madinah.

3. Menyusun Dustur (undang-undang).

Dalam menata masyarakat, rasul membuat dustur atau undang-undang yang dikenal dengan nama Piagam Madinah. Piagam Madinah berisi hak dan kewajiban bagi kaum muslim maupun non muslim. Secara singkat, isi dari Piagam Madinah adalah :

  • Dengan nama Allah, telah ditetapkan oleh Muhammad, Nabi Allah, bahwa semua orang yang beriman, baik dari suku Quraisy, suku Madinah, maupun dari mana saja, semuanya adalah satu negara.
  • Perdamaian dan peperangan akan mengikat semua umat Islam. Tidak seorangpun di antara mereka berhak mengadakan perdamaian atau menyatakan perang dengan musuh-musuh dari teman-teman seagamanya.
  • Orang Yahudi yang ikut serta menggabungkan diri dalam negara Islam akan dilindungi dari semua gangguan, serta mempunyai hak-hak yang sama. 
  • Orang Yahudi bersama orang Islam akan membentuk suatu bangsa campuran dan mereka akan mengamalkan agama mereka sama bebasnya dengan umat Islam.
  • Sekutu orang Yahudi akan memperoleh keamanan dan kebebasan yang sama.
  • Sekutu orang Yahudi dan orang Islam akan dihormati sebagai penyokong.
  • Semua umat Islam yang sejati akan memandang rendah orang yang berbuat kejahatan dan tidak akan melindunginya meskipun dia saudara dekatnya.
  • Orang yang bersalah akan dituntut dan dihukum.
  • Orang Yahudi akan bergabung dengan umat Islam dalam mempertahankan Madinah.
  • Kota Madinah merupakan tempat yang suci dan aman bagi semua orang yang mengakui piagam ini.
  • Orang Yahudi dan sekutu umat islam tidak akan mengadakan persetujuan dengan musuh umat Islam untuk melawan Islam.
  • semua perselisihan di masa depan akan diserahkan kepada Nabi Muhammad saw. 



Selasa, 16 Desember 2014

Sejarah Rasulullah Membangun Madinah

Rasulullah Membangun Madinah (1)



Setelah Rasulullah saw. dan kaum muhajirin (orang-orang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah) datang ke Madinah, mereka segera membangun landasan-landasan pokok untuk membentuk negara baru. Beberapa usaha yang dilakukan antara lain: 

  1. membangun masjid
Saat baru saja sampai di Madinah, rasul saw. membeli sebuah bidang tanah milik anak yatim yaitu Sahl dan Suhail. Di atas tanah itulah Rasul membangun sebuah masjid yang hingga kini masyhur, yaitu Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun saat bulan Rabiul awwal tahun 1 Hijriah atau bertepatan pada bulan september 622 Masehi. Masjid Nabawi dibangun dengan bergotong royong antara kaum Muhajirin dan kaum Ansor (orang-orang asli Madinah yang menolong kaum Muhajirin saat hijrah).

Pada masa Rasul, masjid digunakan untuk :
  • pusat peribadatan; 
  • pusat perencanaan kegiatan masyarakat;
  • pusat latihan dan pendidikan dari Rasul saw.;
  • menampung kaum muhajirin yang kehabisan bekal;
  • tempat mengadili perkara-perkara yang diselesaikan oleh Rasul saw.;
Selain Masjid Nabawi, Rasul saw. pun membangun beberapa masjid yang lain. Misalnya :
  • Masjid Jumu'ah; Masjid inilah Rasul saw. melaksanakan shalat jumat yang pertama kali dalam sejarah Islam.
  • Masjid Gamamah; Di masjid ini, Rasul melaksanakan shalat hari raya yang pertama kali dalam sejarah Islam.
  • Masjid Bani Quraidzah;
  • Masjid Ubay bin Ka'b;
  • Masjid Salman;
  • Masjid Ali.

Minggu, 14 Desember 2014

Kota Madinah Sebelum Datang Islam

Madinah Sebelum Datang Islam 


Sebelum Islam datang ke Madinah, Kota tersebut bernama Yatsrib. Madinah pun tidak memiliki pemimpin dan pemerintahan yang resmi. Pemerintahan kota MAdinah hanya terbatas pada pemerintahan kepala suku atas anggota sukunya. Akhirnya, suku tertentu hanya memikirkan untuk keuntungan suku itu sendiri dan mengindahkan permasalahan suku yang lain. Mereka juga sering bersaing untuk menanamkan pengaruh dalam masyarakat. Persaingan itupun sering menimbulkan peperangan. 

Kaum Yahudi merupakan golongan yang kuat di Madinah. Mereka menguasai perdagangan serta perekonomian Madinah. Yahudi juga menguasai lahan-lahan pertanian terbaik dan oase-oase Madinah. Jumlah mereka pun hampir separuh penduduk Madinah. Keadaan inilah yang membuat kaum Arab di Madinah menjadi gusar. 

Permusuhan antara kaum Arab dan kaum Yahudi di Madinah semakin tajam. kaum Yahudi sering menggunakan taktik adu domba dengan cara menyebarkan permusuhan diantara suku-suku Arab Madinah. Suku-suku Arab yang terkenal di Madinah adalah suku Aus dan suku Khazraj. Kedua suku ini diadu domba oleh kaum Yahudi sehingga timbul kebencian dan permusuhan diantara kedua suku tersebut. Puncak permusuhan itu terjadi perang Bu'ats. Dalam perang ini, suku Aus bersekutu dengan Bani Quraidzah dan Bani Nadir. Sedangkan SUku Khazraj bersekutu dengan Bani Qainuqa. Perang ini terjadi pada tahun 618 M. 

Setelah perang usai, kedua susku tersebut menyadari akan kesalahan mereka. Perang hanya akan menimbulkan kerusakan serta bencana. KEdua suku itupun kemudian berdamai. Mereka mengangkat seorang pemimpin yaitu Abdullah bin Muhammad. Abdullah bin Muhammad adalah seorang dari suku Khazraj yang berpandangan luas. 

Akan tetapi, rencana tersebut tidak terlaksana karena beberapa orang dari suku Khazraj pergi menemui Rasulullah dan menerima Islam. Setiba mereka di Madinah, merekapun menyatakan keislaman mereka serta mengajak penduduk Madinah untuk memeluk Islam. Sejak itulah, nama Islam dan Muhammad menjadi bahan pembicaraan di Madinah. 

Senin, 08 Desember 2014

Sejarah Perang Uhud (1)

Sejarah Perang Uhud (1)


Setelah kekalahan kaum kafir Quraisy dalam perang Badar, mereka tidak pernah henti untuk menghancurkan umat Islam. Kekalahan dalam perang Badar adalah noda hitam bagi kehormatan mereka. Rasa dendam itulah yang membuat mereka untuk selalu berusaha menyerang dan menghancurkan kaum muslimin. Mereka pun berusaha untuk memengaruhi suku-suku lainnya agar berpihak pada mereka. 

Untuk membalas kekalahan dalam perang Uhud, mereka menunjuk Abu Sufyan sebagai pemimpin kaum kafi Quraisy. Siapakah Abu Sufyan itu? Abu Sufyan adalah pemimpin kafilah dagang Quraisy saat terjadi perang bagar. Ia sangat dendam kepada Nabi karena kekalahannya dalam perang Badar. 

Abu Sufyan pun segera menyiapkan pasukan yang sangat besar dengan berjumlah 3.000 orang. Mereka terdiri atas 700 orang berbaju besi, dan didukung 3.00 unta dan 200 ekor kuda. Di bawah kepemimpinan Abu Sufyan, kaum kafir Quraisy bergerak menuju Madinah. Setibanya jatuh di kaki bukit Uhud, mereka sengaja menggembalakan unta dan kuda di kebun-kebun milik penduduk Madinah. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk memancing penduduk Madinah agar keluar menyerang mereka. 

Sedangkan kaum muslimin tidak mengetahui rencana kaum kafir Quraisy tersebut. Nabi saw. menerima berita rencana penyerangan tersebut dari pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nabi saw). Rasul pun segera mengumpulkan para sahabat guna membahas hal tersebut. Akhirnya, pasukan muslim dapat terkumpul sebanyak 1.000 pasukan. 

Setelah melaksanakan shalat Jumat tanggal 13 Syawal tahun 3 H, Nabi saw. memimpin pasukannya menuju bukit Uhud. namun, di tengah perjalanan, sebanyak 300 tentara muslim memisahkan diri dari pasukan. 300 orang munafik itu dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Akibatnya, jumlah pasukan muslim hanya sekitar 700 pasukan saja. 

Minggu, 07 Desember 2014

Akibat Perang Badar

Akibat Perang Badar 

Perang Badar dimenangkan oleh kaum muslimin. Inilah perang pertama dalam sejarah Islam. Perang ini disebut juga dengan sebutan Ghaswal al-furqon atau Badar al-kubra. Para sahabat yang ikut dalam perang ini mendapat julukan "badriyyin", sebuah gelar kehormatan yang tiada taranya. Kemenangan Badar ini telah memantapkan kaum muslimin. mereka tidak perlu lagi untuk merasa takut kepada kaum kafir Quraisy. Meskipun jumlah pasukan yang jauh lebih sedikit, perang Badar meyakinkan kepada kaum muslimin bahwa pertolongan Allah sangat dekat dengan mereka. 

Adapun akibat perang Badar bagi kaum kafir Quraisy adalah mereka tidak lagi menganggap remeh kaum muslimin. Kaum kafir Quraisy pun tak lagi berani menggangu peribadatan kaum muslimin. Adapun kaum Yahudi Madinah mengambil keputusan untuk memihak kepada kaum kafir Quraisy. Kaum Yahudi merasa mereka harus melakukan sesuatu agar dapat membunuh Nabi Muhammad saw. Kaum Yahudi merasa jika kaum kafir Quraisy saja yang sangat masyhur di jazirah Arab saja tidak bisa membendung kekuatan Islam. Maka mereka pun mulai mengeluarkan tipu daya dan muslihat agar dapat membunuh Nabi Muhammad saw. 

Seusai perang Badar, permasalahan yang muncul yang dihadapi oleh kaum muslimin adalah adanya pembagian ghanimah (harta rampasan perang). Untuk memutuskan kebuntuan tersebut, Allah Swt. berfirman dalam Surat al-Anfal ayat 41 yang artinya " Dan ketahuilah, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul , kerabat RAsul, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu berikman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari furqon, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Dari fiman allah Swt. di atas, maka jelaslah bahwa pembagian ghanimah adalah sebagai berikut:

  1. seperlima diserahkan untuk kepentingan sabilillah, yaitu bagi Allah, Rasul, kerabat Rsul, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil. 
  2. empat perlima diserahkan kepada kaum muslimin yang ikut berperang. 

Jumat, 05 Desember 2014

Sejarah Perang Badar

Perang Badar 


Sebab Perang Badar

Kepergian kaum muslimin ke Yatsrib untuk berhijrah menyebabkan mereka kehilangan rumah, tanah, dan harta benda mereka. kaum Quraisy kemudian merampas harta benda yang ditinggalkan tersebut. Hal tersebut semakin meningkatkan pertentangan antara kaum muslimin dan kaum kafir Mekkah. 

Saat itu, kaum kafir Quraisy melakukan perjalanan untuk berdagang ke Syam (Syiria). Untuk menuju Syam, mereka harus melewati Yatsrib. Keberadaan kaum muslimin di Yatsrib membuat kekhawatiran bagi kaum kafir Quraisy. Mereta takut apabila kafilah dagang mereka diserang oleh kaum muslimin. Mereka beranggapan, apabila kum muslimin hancur, maka perniagaan mereka akan aman. Selain itu, sesembahan mereka juga akan aman. Sikap kaum kafir ini membuat kaum muslimin membulatkan tekad untuk mengobarkan semangat jihad untuk menghadapi kaum kafir Quraisy. 

Pada tanggal 17 Ramadhan 2 H, kaum muslimin keluar untuk menghadang kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Rombongan Abu Sufyan membawa barang dagangan senilai 50.000 dinar. Akan tetapi, Abu Sufyan mengetahui rencana tersebut. Abu Sufyan pun meminta bantuan kepada pimpinan kaum kafir Quraisy untuk menyelamatkan harta perniagaannya. 

Kaum kafir Quraisy mengirimkan 1.000 pasukan yang terdiri atas 600 tentara berbaju besi, 100 tentara berkuda, dan 300 tentara cadangan. sedangkan di pihak muslimin hanya terdiri atas 313 pasukan yang terdiri atas 83 muhajirin dan 230 kaum Anshar. mereka hanya mengendarai 70 ekor unta dan hanya 3 orang yang mengendarai kuda.

Kaum kafir Quraisy dipimpin oleh tiga orang yaitu Utbah bin Rabiah, Walid bin Utbah, dan Syaibah bin Rabiah. Adapun pasukan muslimin dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw. Bagaimana kabar rombongan dagang Abu Sufyan? Rombongan dagangnya berhasil selamat tiba di Mekkah setelah menyusuri jalan pantai. 

Perang Badar dimaulai dengan perang tanding. Utbah bin Rabiah bertanding dengan Ali bin Abi Thalib, Walid bin Utbah menghadapi Ubaidah bin Haris, sedangkan Hamzah bin Abdul Muthalib bertanding melawan Syaibah bin Rabiah. Perang tanding berlangsung dengan sangat seru. dan ketiga pimpinan pasukan kafir Quraisy terbunuh dalam perang tanding tersebut. Adapun di pihak kaum muslimin, Ubaidah bin Haris gugur syahid karena menderita luka-luka. 

Kemenangan ketiga panglima pasukan muslimin itu menambah semangat pasukan muslimin. Rasul saw. membakar semangat pasukan muslim dengan berseru "Demi Zat yang diri Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seorang diantara mereka yang berperang pada hari ini dengan sabar, mengharap ridla Allah, serta maju terus pantang mundur. ,melainkan Allah memasukkannya ke dalam surga. Bangkitlah menuju surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Allahu Akbar....Allahu Akbar...Allahu Akbar." Rasul saw. kemudian berdoa "Ya Tuhanku, seandainya kelompok ini hancur, siapa lagi yang akan menyembanMu di permukaan bumi ini?"

Dengan seruan dan doa Nabi saw. pasukan muslimin semakin bersemangat berperang meskipun jumlah pasukan muslimin lebih sedikit. Mereka berperang demi membela agama Allah, sedangkan kaum kafir Quraisy berperang demi melampiaskan dendam dan kebencian kepada kaum muslimin. 

Kum muslimin perlahan-lahan berhasil mendesak kaum kafir Quraisy. Dalam sebuah kesempatan, kaum muslimin berhasil membunuh pimpinan kaum kafir Quraisy yaitu Umar bin Hisyam bin al-Mughirah yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Akhirnya kaum muslimin berhasil meraih kemenangan. 

Dalam perang Badar ini kaum muslimin berhasil membunh 70 pasukan kafir dan mebahan 70 pasukan kafir menjadi tawanan perang. kepada para tawanan ini, RAsul saw. memberi tiga pilihan, yaitu :
  1. dibebaskan dengan syarat membayar uang tembusan;
  2. dibebaskan apabila memeluk agama Islam;
  3. dibebaskan dengan syarat bersedia mengajar baca tulis kepada sepuluh penduduk Yatsrib.

Hikmah Sejarah Hijrah Rasul

Hikmah Hijrah Rasul ke Yatsrib (Madinah)


Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari sejarah hijrahnya Rasul saw. ke Madinah adalah:

  1. Kaum muslimin merasa beban penderitaannya berkurang. dengan kepindahan kaum muslimin ke Yatsrib, kaum kafir Quraisy tak lagi menyiksa dan menghina kaum muslimin. 
  2.  Kaum muslimin bertambah keimananya. Hijrah ke Yatsrib adalah bukti akan pertolongan Allah Swt. Dengan menetap di Yatsrib, kaum muslimin merasa lebih tenang dan lebih mantap dalam mendakwahkan agama Islam. 
  3.  Hijrah membuka mata bagi kaum kafir Quraisy bahwa tidak semua suku di Arab membenci Nabi dan ajarannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat MAdinah yang masuk Islam dengan tangan terbuka. 
  4. Hijrah menunjukkan kepada sleuruh bangsa di dunia bahwa Islam merupakan rahmatal lil 'alamiin (rahmat bagi seluruh alam). Aga Islam mampu menyatukan suku-suku di Madinah yang sebelumnya selalu bermusuhan dan berperang. Setelah datangnya Islam, mereka hidup berdampingan dengan damai. 

Sejarah Hijrah Rasul k Yatsrib (2)

Sejarah Hijrah Rasul ke Yatsrib (2) 


Setelah keluar dari rumahnya, Rasul menemui sahabatnya Abu Bakar As-Sidiq. Abu Bakar pun segera menyiapkan perbekalan bagi kepergian mereka. Selanjutnya, mereka bersembunyi di gua Tsur selama tiga hri tiga malam. Suatu hari, para algojo kaum Quraisy sampai di mulut gua. Hal itu membuat Abu Bakar menjadi gusar dan ketakutan. Rasul pun membacakan sebuah ayat al-Quran yaitu Surah At-Taubah ayat 40. "....Janganlah bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita ....". Sepasang burung merpati segera membuat sarang di mulut gua Tsur, dan seekor laba-labapun membuat sarangnya di pintu gua Tsur. Saat algojo kaum Quraisy sampai di mulut gua, mereka mengira bahwa gua tersebut tak mungkin ditinggali manusia. Karena adanya sarang laba-laba dan sarang burung yang berada di pintu gua Tsur. 

Pada hari keempat, mereka keluar dari gua dan menyewa seorang penunjuk jalan yaitu Abdullah bin Uraiqit. Perjalanan pun hanya dilakukan pada malam hari dan menghindari jalan umum. Akhirnya, Rasul tiba di Quba (dekat Ytasrib) pada hari Senin 20 September 622 M setelah berjalan selama tujuh hri. Di Quba, Rasul menetap selama empat hari. Rasul juga membangun sebuh masjid yang diberi nama Masjid Quba. 

Pada hari Jum'at, 24 September 622 M, Rasul meninggalkan kampung Quba dan sampai di perkampungan Bani Salim. Rasul pun mengimami shalat jumat yang pertama kali dalam sejarah Islam. 

Saat tiba di Yatsrib, Rasul dan Abu Bakar disambut oleh Bani Najjar. Bani Najjar masih memiliki kekerbatan dengan Rasul dari garis ibu. 

Setiap orang di Yatsrib memohon menjadi tuan rumah Rasul saw. Akan tetapi, Rasul membiarkan untanya berjalan sereya mengatakan bahwa RAsul hanya akan tinggal di rumah di mana unta ibu berhenti. Keberuntungan jatuh pada Abu Ayyub al-Ansari. Unta Rasul berhenti dan berlutut di depan rumahnya, di tanah kosong milik dua orang anak yatim bernama Sahl dan Suhail. Di tempat ini, Rasul saw. membangun Masjid Nabawi. 

Selenjutnya, Rasul memanggil istrinya, Saudah, kedua putrinya, Ummu Kultsum dan Fatimah untuk tinggal di Ytsrib dan mengembangkan ajaran Islam di sana. 

Kamis, 04 Desember 2014

KISAH HIJRAH KE YATSRIB (MADINAH)

Sejarah Hijrahnya Nabi ke Yatsrib (Madinah) 1


Keadaan kaum muslimin di kota Mekkah semakin memburuk. Siksaan demi siksaan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy sudah tidak dapat ditolerir lagi. Nabi Muhammad SAW. akhirnya mengizinkan sebagian sahabatnya untuk hijrah ke Abbessinia (Ethiopia). 

Pada musim haji tahun 11 kenabian, datanglah enam orang dari suku Khazraj di Yatsrib menemui Nabi. Mereka menemui Nabi di Aqabah. Aqabah adalah sebuah tugu batu yang terletak diantara Mina dan Mekkah. Setelah keenam orang tersebut mendengarkan ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi, mereka pun menyatakan untuk masuk Islam. 

Pada tahun ke-12 kenabian, datang lagi 12 orang untuk menemui Nabi. Mereka pun mengakui hanyalah Allah Tuhan yang disembah dan mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Pernyataan keislaman mereka pun diikuti dengan janji setia mengikuti Islam. Mereka berjanji untuk tidak menyekutukan Allah Swt., tidak akan berzina, tidak mencuri, dan akan taat kepada Nabi Muhammad saw. Peristiwa ini dikenal dengan nama Bai'atul Aqabah yang pertama. 

Setelah menyatakan keislamannya, kedua belas orang tersebut kembali ke Yatsrib. Kepulangan mereka disertai oleh Mus'ab bin Umair yang ditugaskan oleh Nabi untuk mengajarkan Islam kepada penduduk Madinah. 

Pada musim haji tahun itu pula, Mus'ab bin Umair mengantar 75 orang Yatsrib untuk menemui Nabi dan mengucapkan sumpah setia mereka. Peristiwa ini dikenal dengan Bai'atul Aqabah kedua. Mereka berjanji bersumpah setia untuk :
1. mendengar dan menaati Nabi Saw, baik dalam keadaan semangat maupun malas. 
2. menafkahkan harta, dalam keadaan lapang maupun sulit. 
3. melakukan amar makruf nahi mungkar.
4. tetap tabah menghadapi cercaan kaum kafir. 
5. melindungi Nabi Saw, sebagaimana mereka melindungi keluarganya. 

Setelah Bai'atul Aqabah yang kedua ini, Nabi Saw. mengizinkan kaum muslimin untuk melakukan hijrah ke Yatsrib. Kaum muslimin melakukan hijrah secara berangsur-angsur. Adapaun Nabi Saw. masih berada di Mekkah sambil menunggu wahyu dari Allah swt. untuk berangkat hijrah. 

Melihat banyaknya kaum muslimin yang hijrah, kaum kafir Quraisy menjadi gusar. Mereka menganggap bahwa kaum muslimin akan memiliki kekuatan besar jika pergi ke Yatsrib. Oleh karena itu, mereka mencari cara untuk melenyapkan Nabi Muhammad saw. 

Mereka pun mengadakan musyawarah di suatu tempat yang dikenal dengan nama Darun Nadwa. Mereka bermusyawarah mencari cara terbaik untuk dapat melenyapkan Nabi Muhammad saw. Salah satu peserta musyawarah tersebut mengusulkan agar Nabi diusir dari Mekkah, ada pula yang mengusulkan agar Nabi dipenjara hingga mati. Adapun Abu Jahal mengusulkan agar Nabi saw.dibunuh saat Nabi keluar rumah saat berhijrah ke Yatsrib.  Akhirnya, usul Abu Jahal disetujui oleh para peserta musyawarah. Mereka pun mengumpulkan orang-orang yang terkuat dan pandai perang guna mengepung rumah Nabi saw. 

Saat para algojo mengepung rumah Nabi, Malaikat Jibril memberitahukan kepada Nabi tentang hal itu. Pada malam itu pula, Nabi saw. bersiap-siap untuk melakukan hijrah ke Yatsrib. Nabi pun menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidurnya. 

Setelah mengatur segalanya, Nabi segera keluar rumah seraya membaca Surah Yaasin. Atas izin Allah Swt., para algojo itupun tidak melihat Nabi walaupun mereka berjaga sepanjang malam. Ketika fajar tiba, mereka hanya mendapati Ali bin Abi Thalib. Dengan kesal, orang-orang Quraisy segera menyebar algojonya untuk melacak jejak Nabi saw. Mereka menjanjikan hadiah seratus ekor unta bagi siapapun yang dapat menangkap Nabi Muhammad saw. 

bersambung....